Sejarah Dinasti Ayyubiyah
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirgham bersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan mengadakan konspirasi baru dengan Meric dalam upaya mengusir Asaduddin Syirkuh dari Mesir dengan janji yang sama. Usahanya pun berhasil mengusir Syirkuh. Tindakan Sawar inilah yang membawa kehancuran bagi Dinasti Fatimiyah.[3]
Bermula dari sini tentara salib menjarah Mesir. Nuruddin segera mengirim tentaranya ke Mesir di bawah pimpinan Syirkuh dan Salahuddin. Pada akhirnya, terjadilah pertempuran antara pihak Islam dan Salib untuk merebut Mesir. Pada 564 H/1169 M, Syirkuh dan pasukannya dapat mengalahkan tentara Salib sekaligus dapat menguasai Mesir dan diangkat sebagai wazir. Syirkuh memegang jabatan hanya selama dua bulan karena meninggal dunia dan jabatannya digantikan oleh keponakannya yaitu Salahuddin al-Ayyubi.[4] Salahuddin sebenarnya mulai menguasai Mesir pada tahun 564 H/1169 M, akan tetapi baru dapat menghapuskan kekuasaan Daulah Fatimiyah pada tahun 567 H/1171 M. Dalam masa tiga tahun itu, ia telah menjadi penguasa penuh, namun tetap tunduk kepada Nuruddin Zangi dan tetap mengakui kekhalifahan Daulah Fatimiyah.[5]
Perlawanan Sultan Ismail Malik Syah
Periode kedua atau periode orang-orang Syiria (1174-1186) mulai dengan wafatnya Nuruddin dan digantikan oleh anaknya Sultan Ismail Malik Syah yang masih berusia belia, sehingga amir-amirnya saling berebut pengaruh yang menyebabkan timbulnya krisis politik internal. Kondisi demikian ini memudahkan bagi pasukan Salib untuk menyerang Damaskus dan menundukannya. Setelah beberapa lama tampillah Salahuddin berjuang mengamankan Damaskus dari pendudukan pasukan Salib. Lantaran hasutan Gumusytag, sang sultan belia Malik Syah menaruh kemarahan terhadap sikap Salahuddin ini sehingga menimbulkan konflik antara keduanya. Sultan Malik Syah menghasut masyarakat Alleppo berperang melawan Salahuddin, Kekuatan Malik Syah di Alleppo dikalahkan oleh pasukan Salahuddin. Merasa tidak ada pilihan lain, Sultan Malik Syah meminta bantuan pasukan Salib. Semenjak kemenangan melawan pasukan Salib di Alleppo ini, terbukalah jalan bagi tugas dan perjuangan Salahuddin di masa-masa mendatang sehingga ia berhasil mencapai kedudukan sultan. Semenjak tahun 578 H/1182 M, Kesultanan Saljuk di pusat mengakui kedudukan Salahuddin sebagai Sultan.[6]
Tantangan yang dihadapi Dinasti Ayyubiyah
Pada Sultan yang pertama sekaligus pendiri dinasti, tantangan yang dihadapi Salahuddin pasca menjadi Sultan adalah memusatkan perhatiannya untuk menyerang Yerusalem, yang mana ribuan rakyat muslim dibantai oleh pasukan Salib-Kristen. Setelah mendekati kota ini, Salahuddin segera menyampaikan perintah agar seluruh pasukan Salib di Yerussalem menyerah. Perintah Salahuddin sama sekali tidak dihiraukan, sehingga Salahuddin berjanji untuk membalas dendam atas pembantaian ribuan warga muslim. Setelah terjadi beberapa kali pengepungan, pasukan salib kehilangan semangat tempurnya dan memohon damai dengan Salahuddin. Karena kemurahan hati sang sultan permintaan damai pun diterima. Akhirnya Yerussalem dapat direbut kembali dan warga muslim dan non muslim hidup berdampingan dengan damai.[7]
Jatuhnya Yerusalem dalam kekuasaan kaum Muslimin, menimbulkan keprihatinan besar kalangan tokoh-tokoh Kristen. Seluruh penguasa negeri Kristen di Eropa berusaha menggerakkan pasukan Salib lagi. Ribuan pasukan Kristen berbondong-bondong menuju Tyre untuk berjuang mengembalikan kekuasaan mereka yang hilang. Seluruh kekuatan salib berkumpul di Tyre, mereka segera bergerak mengepung Acre.[8]
Segera Salahuddin menyusun strategi untuk menghadapi pasukan Salib. Ia menetapkan strategi bertahan di dalam negeri dengan mengabaikan saran para amir dan mengambil sikap yang kurang tepat sehingga Salahuddin terdesak dan kepayahan oleh pasukan Salib dan akhirnya Salahuddin mengajukan tawaran damai. Namun sang raja yang tidak mempunyai balas budi ini menolak tawaran Salahuddin dan membantai pasukan muslim secara kejam.[9]
Setelah berhasil merebut Acre, pasukan Salib bergerak menuju Ascalon dipimpin oleh Jenderal Richard. Bersama dengan itu, Salahuddin sedang mengarahkan operasi pasukannya dan tiba di Ascalon lebih awal. Ketika tiba di Ascalon, Richard mendapatkan kota ini sudah dikuasai pasukan Salahuddin. Merasa tidak berdaya mengepung kota ini, Richard mengirimkan delegasi perdamaian menghadap Salahuddin, atas kemurahan hati sang sultan tawaran damai tersebut diterima dengan kesepakatan bahwa antara pihak muslim dan pasukan Salib, wilayah kedua belah pihak saling tidak menyerang dan menjamin keamanan. Jadi perjanjian damai yang menghasilkan kesepakatan di atas mengakhiri perang Salib ketiga. Kemudian Salahuddin meninggal pada tahun 1193.[10]
Sebelum wafat, Salahuddin memberikan berbagai bagian dari Dinasti Ayyubiyah kepada berbagai anggota keluarganya. Anaknya yang tertua, al-Malik al-Afdal, menguasai Damaskus dan Syam Selatan. Anaknya yang lain, al-Aziz, menguasai Mesir, dan al-Zahir menguasai Aleppo. Saudara Salahuddin, al-Adil, menguasai Irak dan Diyarbakr. Sementara itu keluarganya yang lain menguasai Hama, Balbek dan Yaman.[11]
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada masa awal kekuasaan al-Kamil, serangan Salib kelima dilancarkan guna memenuhi seruan Paus Innocent III. Serangan diarahkan ke Mesir. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, pasukan Salib bisa menguasai Dimyath dengan mengandalkan jumlah, pasukan Salib terus bergerak dan berniat menyerang Kairo pada 619 H. Karena kesalahan mereka dalam mengambil rute, kapal-kapal perang pasukan Islam mengambil posisi di sungai Nil untuk menutup jalan mereka. Alhasil, pasukan Salib terkepung dan terpaksa mengajukan tawaran damai. Al-Kamil bersedia menerima, tapi dengan syarat mereka harus memberikan jaminan bahwa Dimyath kembali ke tangan umat Islam. Akhirnya kota Dimyath dapat direbut kembali.[12]
Pada 625 H, Federick II (Raja Jerman) mengiginkan kekuasaan atas Baitul Maqdis. Di lain tempat, Sultan al-Kamil terlibat konflik sengit dengan saudaranya, al-Asyraf, dan hampir berujung pada perang saudara. Melihat posisinya yang semakin kritis, al-Kamil menekan perjanjian dengan melepaskan Baitul Maqdis, membersihkan jalan bagi kaum Kristen menuju Akkad dan Haifa, dan membebaskan seluruh kaum Franka yang ditawan. Dengan gencatan senjata yang yang dibuatnya bersama Federick II, al-Kamil menyatukan kekuatan untuk menyingkirkan para penguasa daerah-daerah sekitar, al-Kamil berhasil. Tidak ada lagi keluarga Ayyub yang berani menentangnya dan tidak ada pasukan Salib yang memeranginya.[13]
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Ini ditandai dengan dibangunnya Madrasah al-Shauhiyyah tahun 1239 M sebagai pusat pengajaran empat madzhab hukum dalam sebuah lembaga madrasah. Selama pemerintahannya, masyarakat Hijaz juga bisa merasakan pendidikan di sekolah yang seperti madrasah gagasan Salahuddin. Di samping mendirikan sejumlah sekolah, Salahuddin juga membangun dua rumah sakit di Kairo. Sedangkan dalam bidang arsitektur dapat dilihat pada monumen bangsa Arab, bangunan masjid di Beirut yang mirip gereja, serta istana-istana yang dibangun menyerupai gereja.
Bidang Filsafat dan Keilmuan
Bukti konkritnya adalah Adelard Of Bath yang telah diterjemahkan, karya-karya orang Arab tentang astronomi dan geometri, penerjemahan bidang kedokteran. Di bidang kedokteran telah didirikan sebuah rumah sakit bagi orang yang cacat pikiran.
Bidang Industri
Kemajuan di bidang ini dibuktikan dengan dibuatnya kincir oleh seorang Syiria yang lebih canggih dibanding buatan orang Barat. Terdapat pabrik karpet, pabrik kain, dan pabrik gelas. Di samping itu, adanya perang Salib telah membawa dampak positif, keuntungan di bidang industri, perdagangan, dan intelektual, misalnya dengan adanya irigasi.
Bidang Militer
Selain memiliki alat-alat perang seperti kuda, pedang, panah, dan sebagainya, Salahuddin juga memiliki burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. Ia juga membina kekuatan militer yang tangguh dan perekonomian yang bekerja sama dengan penguasa muslim di kawasan lain. Ia juga membangun tembok kota sebagai benteng pertahanan di Kairo dan bukit Muqattam. Pasukannya juga diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki, dan Afrika.
Bidang perdagangan
Dalam hal perekonomian, dinasti bekerja sama dengan penguasa muslim di wilayah lain. Di samping itu, ia juga menggalakkan perdagangan dengan kota-kota di Laut Tengah, lautan Hindia dan menyempurnakan sistem perpajakan. Pada bidang perdagangan, dinasti ini membawa pengaruh bagi Eropa dan negara-negara yang dikuasainya. Di Eropa terdapat perdagangan arikultur dan industri. Hal ini menimbulkan perdagangan internasional melalui jalur laut, sejak saat itu dunia ekonomi dan perdangan sudah menggunakan sistem kredit bank.[15]
Kemunduran Dinasti Ayyubiyah
Setelah al-Kamil meninggal pada tahun 635 H/1238 M, Dinasti Ayyubiyah terkoyak oleh pertentangan-pertentangan internal. Serangan Salib keenam dapat diatasi dan pemimpinnya, Raja Perancis St Louis, ditangkap. Namun segera setelah meninggalnya al-Salih, pasukan budak Bahri Turki merebut kekuasaan di Mesir dan menjadikan pemimpin mereka, Aybak, mula-mula sebagai Atabeg dan kemudian sebagai Sultan pada tahun 648 H/1250 M.[16]
Pada pemerintahan al-Malik al-Salih, lebih dari 100.000 orang pasukan Salib yang dipimpin Louis IX bertolak menuju Dimyath dan berhasil menguasainya. Saat itu, al-Malik al-Salih tengah sakit keras. Istrinya Syajarah al-Durr, mengirim surat kepada anaknya, (Turansyah) agar pulang ke Mesir. Ketika al-Malik al-Salih wafat, Syajarah al-Durr merahasiakan dan menerbitkan sejumlah perintah resmi dengan memalsukan tanda tangan al-Malik. Ia lalu mengumpulkan semua petinggi militer, pemerintahan untuk segera membaiat Turansyah. Setelah kokoh duduk di kursi kekuasaan, dan berhasil mengusir pasukan Salib, Turansyah memaksa ibunya untuk menyerahkan harta peninggalan al-Malik al-Salih. Turansyah juga mengancam eksistensi kaum Mamalik, ini membuat kaum Mamalik marah besar dan membunuhnya setelah tujuh tahun menjabat. Mereka lalu menunjuk Syajarah al-Durr sebagai pengganti Turansyah. Namun kekuasaan Syajarah hanya berlangsung tiga bulan setelah ia mengudurkan diri secara suka rela. Kaum Mamalik sepakat mengangkat al-Asyraf Musa sebagai pengganti baru. Waktu itu al-Asyraf masih berumur delapan tahun. Oleh karena itu, mereka menunjuk Izzudin Aybak al-Turkumani menjadi wakil al-Asyraf untuk menjalankan urusan pemerintahan. Pada kemudian hari, Izzudin Aybak menikahi Syajarah dan tak lama kemudian Izzudin Aybak menggulingkan al-Asyraf dan merebut kekuasaan pusat. Dengan demikian, berakhirlah era Dinasti Ayyubiyah di Mesir. Tak lama kemudian Dinasti Ayyubiyah di Syam juga tunduk di bawah kekuasaan kaum Mamalik.[17]
PENUTUP
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azarbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. lahir di takriet 532 H/1137 M. dan meninggal 589 H/1193 M. pada perjuangan dan proses berdirinya Dinasti Ayyubiyah ini meliputi faktor intern dan ekstern. Faktor intern antara lain perjuangan Salahuddin sebagai seorang panglima dari Nuruddin yang berhasil menakhlukkan Dinasti Fatimiyah kemuian berhasil mengalahkan perlawanan dari anak Nuruddin yaitu Sultan Ismail Malik Syah. Periode berikutnya masuk dalam permasalahan ekstern ketika Salahuddin menjadi seorang Sultan. Kemuian yaitu perang Salib atas perebutan Yerussalem yang dimenangkan oleh pasukan Salahuddin.
Tantangan setip Sultan memang berbeda-beda namun ada tiga tokoh Sultan yang menonjol pada Dinasti Ayyubiyah yaitu Salahuddin al-Ayyubi, al-Adil I, dan al-Kamil. Pada masanya banyak memberikan pengaruh besar terhadap perang salib serta perkembangan dan kemajuan peradaban islam pada bidang pendidikan dan arsitektur, ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, pertanian dan industri hingga bidang militer.
Adapun penyebab dari keruntuhan Dinasti Ayyubiyyah adalah selain dari faktor intern juga karena faktor ekstern. Faktor intern dari keruntuhan Ayyubiyyah ini adalah adanya perselisiah dikalangan keluarga yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sedangkan faktor ekstern keruntuhan Ayyubiyyah adalah karena serangan bangsa Mongol dan Dinasti Mamluk.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, dkk.Taufik.Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Jilid II. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002.
Ali, K. Sejarah Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1996.
Al-Usairy, Ahmad. Sejarah Islam. Jakarta: Akbar Media, 2013.
Bosworth,C. E.Dinasti-Dinasti Islam.terj. Ilyas Hasan. Mizan: Bandung, 1993.
Hitti, Philip K. History of the Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2008.
Karim, M. Abdul. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Publiser.2009.
Ibrahim, Qasim dan Muhammad A. Saleh. Buku Pintar Sejarah Islam. Jakarta: Zaman, 2014.
Susanto, Musyrifah. Sejarah Islam Klasik. Jakarta: Prenada Media, 2004.
[1] Ahmad al-Usairy, Sejarah Islam (Jakarta: Akbar Media, 2013), hlm. 295-296
[2] Philip K. Hitti, History Of The Arabs (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 824
[3] M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam (Yogyakarta:Bagaskara, 2014), hlm. 208
[4] Ibid.,
[5] Taufik Abdullah, dkk, Ensiklopeia Tematis Dunia Islam Jilid II (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002), hlm. 137
[6] K. Ali, Sejarah Islam (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1996), hlm. 146
[7] Ibid.,
[8] Ibid.,
[9] Ibid.,
[10]Ibid.,
[11] Taufik Abdullah, dkk, Ensiklopeia.., hlm. 138
[12] Qasim A. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh, Buku Pintar Sejarah Islam (Jakarta: Zaman, 2014), hlm. 622-625
[13]Ibid. ,hlm. 626-627
[14] Musyrifah Susanto, Sejarah Islam Klasik (Jakarta: Prenada Meia, 2004), hlm. 146
[15] Ibid.,
[16] C. E. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam, terj. Ilyas Hasan, (Mizan: Bandung, 1993), hlm. 87
[17] Qasim A. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh, Buku Pintar.., hlm, 628-630
RSS Feed
Twitter
20.35
bangsawannegara
ANANDA FITRIA
BalasHapusVIII/8 D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
BalasHapusLatar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
MELANI GUSTI RENA VIII/8D
BalasHapusDinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi dan penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke irak pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya, yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia memiliki Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran Sunni.
Nama:SYIFA NATHALIA
BalasHapuskelas:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Ika Elfindi 8D
BalasHapusDinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Ika Elfindi 8D
BalasHapusDinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
MELISA AGUSTINA
BalasHapus8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
NAMA :SALSA RAMADINI
BalasHapusKELAS:VIII\8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
NAMA :DERA PUTRI UTAMI
BalasHapusKELAS:VIII\8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
NAMA:RENATA CHINTIA BELLA
BalasHapusKELAS:VIIID
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
NAMA:ANANDA FITRIA
BalasHapusKELAS:VIIID
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
NAMA :NIA APRILLIA
BalasHapusKELAS:VIII\8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Nama:mirdayanti
BalasHapusKelas:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Nama:yuni wulandari
BalasHapusKelas:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yng terbentukdinasti atau kerajaan. Berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13 Mungkin daulah ini asing bagi umat islam Karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah shalahuddin al ayyubi penguasa terakhirnya adalah turasyiah. Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligua penakluk. Kedudukannya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azerbaizan ia melakukan imigrasi keirak.Pendirinya yaitu shalahuddin Al ayyubi,Ia lahir di Tikrit pada tahun 532H/1137M dan ia meninggal pada tahun 589H/1193M. Ia terkenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya, yaitu:
1.menggantika inam syiah dimesir dengan sunni,serta menangani orang franka dalam perang suci,
2.ia menjadi mentri untuk khalifah Al adid yang menganut syiah yang beralirah sunni
Yulianti rosian
BalasHapus8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan. Berkuasa di timur tengah antara abad ke 12 sampai abad ke 13.pendiri dan penguasanya adalah shalahuddin al ayyubi dan yang teakhirnya turansyah.
Latar belakang berdirinya dinasti ayubiyah dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi yang melakukan migrasi. Shalahhuddin al-ayyubi lahir di tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M
Susinta Septiyani
BalasHapusVlll D
Dinasti ayyubiyah
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan yang berkuasa di timur tengah sekitar abad ke 12-13.Pendiri Sekaligus penguasa pertamanya adalah shalahuddin al ayyubiyah lahir di tikrit,532 H/1.137 M dan meninggal 589 H/1.193 M.Ia di kenal sebagai orang yang Qana'ah.Dan penguasa terakhir nya adalah Turansyah.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah:
Dinasti ini berasal dari keturunan kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.
Salahuddin al ayyubi memiliki 2 ambinasi yaitu:
1.menggantikan islam syiah di mesir dengan sunni serta menangani orang franka dalam perang suci.
2.menjadi menteri untuk khalifah al adid yang menganut syiah yang beraliran sunni.
Nama :Asyiffa Zuliana Kisty
BalasHapusKelas:8d
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir,adalah dinasti penakluk dalam hujat.Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin Al-Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah Turansyah.
Latar belakang berdirinya dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak.Al-Ayyubi lahir di Tirkit 532 H/1147 M dan meninggal 589 H/1193 M.Salahuddin al-Ayyubi pernah menjabat sebagai menteri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah dan wakil dari Naruddin Mahmad yang beraliran Sunni,menggantikan Saaduddin Syirkuh yang telah meninggal.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar yaitu:
1.menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni
2.memerangi orang orang franka dalam perang suci
Nama:Sabilla Askia Virginia
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Nama:muhammad rafi rifa'i
BalasHapusKelas:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
NAMA:ZANETA KENA SEVYOLA
BalasHapusKELAS:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Nama:dedo Karyo
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Nama:Alyssa bella olivia
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Nama:nova eliza
BalasHapusKelas:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Nama:Hestia Mareta
BalasHapusKelas:8D
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir,adalah dinasti penakluk dalam hujat.Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin Al-Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah Turansyah.
Latar belakang berdirinya dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak.Al-Ayyubi lahir di Tirkit 532 H/1147 M dan meninggal 589 H/1193 M.Salahuddin al-Ayyubi pernah menjabat sebagai menteri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah dan wakil dari Naruddin Mahmad yang beraliran Sunni,menggantikan Saaduddin Syirkuh yang telah meninggal.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar yaitu:
1.menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni
2.memerangi orang orang franka dalam perang suci
rika deviya 8D
BalasHapusDinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Muhammad Alfi sahrin
BalasHapusVIII D
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir,adalah dinasti penakluk dalam hujat.Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin Al-Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah Turansyah.
Latar belakang berdirinya dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak.Al-Ayyubi lahir di Tirkit 532 H/1147 M dan meninggal 589 H/1193 M.Salahuddin al-Ayyubi pernah menjabat sebagai menteri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah dan wakil dari Naruddin Mahmad yang beraliran Sunni,menggantikan Saaduddin Syirkuh yang telah meninggal.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar yaitu:
1.menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni
2.memerangi orang orang franka dalam perang suci
Nama:Nagita Selvina
BalasHapusKls:8 D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:abdia Mulyawan
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:Rara Nabila
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:pebri winardo
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:Kalam Arsyil assabila
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:Sanju prima gawa
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:Ayesha Dwi Wahyuni
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Levina septa aulia kelas 8d
BalasHapusBangsa ini adalah sebuah dinasti muslim suni bertenis dan didirikan oleh Salahuddin al Ayubi yang berpusat di me sir Salahuddin menjabat sebagai wazir di mesir pada abad ke 12 dan ke13 setelah kematian atasannya dari dinasti zankiyah zanki Salahuddin dinyatakan sebagai sultan waktu satu dawarsa kemudian mereka menguasai mesir,syam,mespotania,hijaz,yaman,dll.kerajaan yarusalem jatuh ke tangan Salahuddin setelah ia berhasil memperoleh kemenangan yg gemilang dalam pertempuran hittin pda tahun 1187 namun tentara salib berhasil merebut kembali wilayah pesisir palestina ada dawarsa 1190an..
NAMA:ZANETA KENA SEVYOLA
BalasHapusKELAS:8D
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
Nama:Ayesha dwi wahyuni
BalasHapusKelas:8d
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yg berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tengah antara abad ke 13 sampai abad ke13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
Ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yg melakukan migrasi ke irak pendiri pemerintah ini adalah Salahudin Al Ayyubi ia lahir di yikrit532 H/1137 M dan meninggal 589 H/ 1193 M. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yg kemudian pindah ke moshul lalu ke Damaskus
Dinasti ini berkuasa selamanya 90 tahun .mempunyai 10 orang sultan:
Salahudin yusuf (1174-1193)
Al-Aziziyah IBN Salahudin (1193-1199)
Mansur IBN Al-Aziziyah (1198-1199)
Al-adil 1 Ahmad Ibnu Ayyub (1199-1218)
Al-kamil 1 (1218-1238)
Al-adil 2 (1238-1240)
Malik Al saleh Najmuddin (1240-1249)
Muazzam turansyah IBN shalihah (1249)
Syajarah IBN Yusuf (1249-1250)
nama:uli agusti
BalasHapuskelas:8D
dinasti ayyubiyah adalah sebuhah dinasti besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan berkuasa ditimur tangah antaa abad ke 12 sampai abad ke 13.dinadti ayybiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad .pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalh al yyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.
ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer ayam yang melakukan migrasi keirak pendiri pemerintah ini adalah shalahuddin al ayyubi ia lahir di tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M.ayahnya najmuddin ayyub adalah gubernur tikrit yang kemudian pindah ke moshul lal ke damaskus.
Dinasti ayyubiyah adalah dinasti muslim yang berasal usul Kurdi didirikan oleh Salahudin dan berpusat di Mesir dinasti ini menguasai sebagian besar Timur Tengah selama abad ke-12 dan ke-13 Salahuddin adalah wajar fatimiyah sebelum mengakhiri kekuasaan fatimiyah pada 1171 pada 1774, yang menyatakan diri sebagai Sultan menyusul kematian penguasa ayyubiyah terdahulu Sultan Nuruddin al ayyubiyah menghabiskan dasawarsa berikutnya melancarkan penaklukan di seluruh kawasan tersebut Pada 1183 masehi wilayah kekuasaan mereka meliputi Mesir,Suriah, Mesopotamia Utara,Hijaz, Yaman, dan pesisir Afrika hingga perbatasan Tunisia modern sebagian besar kerajaan Yerusalem direbut Salahuddin setelah kemenangan dalam pertempuran hattin pada 1187. akan tetapi, pasukan salib kembali merebut pantai Palestina pada 1190-an.
BalasHapusSetelah kematian Salahuddin, para Putra memperebutkan kendali atas Kesultanan namun akhirnya saudaranya Adil yang menjadi Sultan pada 1200 detik pada 1230 Han masa penguasa ayyubiyah di Suriah berusaha memerdekakan diri dari Mesir dan terus terpecah hingga Sultan as Salih Ayyub mempersatukan kembali ayyubiyah dengan menaklukkan sebagian besar Suriah, kecuali aleppo, pada 1247 pada saat itu Dinasti Dinasti muslim lokal telah mengusir para penguasa ayyubiyah dari Yaman Hijaz dan sebagian Mesopotamia.
Setelah kematiannya pada 1249 dan digantikan oleh Al muazzam turansyah akan tetapi digulingkan oleh para Jenderal makhluk yang sebelumnya sukses memukul mundur invasi pasukan salib di Delta nil. Peristiwa ini secara efektif mengakhiri kekuasaan ayyubiyah di Mesir dan sejumlah upaya para penguasa Suriah dipimpin oleh anda saya Yusuf dari alat untuk memulihkannya berakhir dengan kegagalan titik pada 1260, mohon menghancurleburkan aleppo dan setelahnya merebus sisa-sisa wilayah ayyubiyah titik makhluk yang berhasil menghalau Mongol menghancurkan dinasti ayyubiyah setelah mempertahankan ke pangeran ayyubiyah di hama hingga akhirnya menggulingkan pemimpin terakhirnya pada 1341. Selama kekuasaan yang relatif singkat ayyubiyah menciptakan kemakmuran di wilayah mereka dan fasilitas serta sokongan yang diberikan ayyubiyah berujung pada kebangkitan kegiatan keilmuan di dunia Islam. Periode ini juga ditandai oleh proses ayyubiyah dalam secara keras menguatkan dominasi muslim Sunni di kawasan tersebut dengan membangun banyak sekali Madrasah di kota-kota besar mereka.
Nama:alif dzaky al fatih
HapusKelas:8A
Nama: Afifah Azzahra
BalasHapusKelas: 8A
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Nama: Maulida TriYani
BalasHapusKelas: 8A
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau Kerajaan.berkuasa ditimur tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang salib. Salahudin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penaklum yang cakap hingga dapat mendirikan dinastinya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah. Ayahnya najmuddi ayyub adalah gubernur tikrit yang kemudian pindah ke Moshul,lalu ke damaskus.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2) keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Nama:Diana musyayadah
BalasHapusKelas:8A
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. dinati ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turansyah.Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai sultan sekaligus penakluk yang cakap hingga dapat mendirikan dinastiNya sendiri.
latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah: ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari azerbaijan yang melakukan migrasi keirak.pendirinya Salahudin al-ayyubi,ia lahir ditikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.ia dikenal sebagai orang yang Qana'ah.Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi.
Salahuddin al-ayyubi memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya yaitu:(1)menggantikan Islam Syiah dimesir dengan sunni serta memerangi orang orang franka dalam perang suci (2)keberhasilan dalam mendirikan dinastinya sendiri.
Nama : Saidatul Nurul Aini
BalasHapusKelas : 8A
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah:
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)
Tantangan setip Sultan memang berbeda-beda namun ada tiga tokoh Sultan yang menonjol pada Dinasti Ayyubiyah yaitu Salahuddin al-Ayyubi, al-Adil I, dan al-Kamil. Pada masanya banyak memberikan pengaruh besar terhadap perang salib serta perkembangan dan kemajuan peradaban islam pada bidang pendidikan dan arsitektur, ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, pertanian dan industri hingga bidang militer.
Adapun penyebab dari keruntuhan Dinasti Ayyubiyyah adalah selain dari faktor intern juga karena faktor ekstern. Faktor intern dari keruntuhan Ayyubiyyah ini adalah adanya perselisiah dikalangan keluarga yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sedangkan faktor ekstern keruntuhan Ayyubiyyah adalah karena serangan bangsa Mongol dan Dinasti Mamluk.
Nama:Tiara Istiqory Marfi
BalasHapusKelas 8a
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berkuasa antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus.Adapun penyebab dari keruntuhan Dinasti Ayyubiyyah adalah selain dari faktor intern juga karena faktor ekstern. Faktor intern dari keruntuhan Ayyubiyyah ini adalah adanya perselisiah dikalangan keluarga yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sedangkan faktor ekstern keruntuhan Ayyubiyyah adalah karena serangan bangsa Mongol dan Dinasti Mamluk
Nama:Ahmad hafidz
BalasHapusKelas:8a
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah dinasti/kerajaan yang cukup besar,yang berkuasa kurang lebih dari abad ke 12 sampai ke abad 13.Pendiri sekaligus penguasa pertama adalah Al Ayyubi dan penguasa terakhirnya adalah turuansyah.
Latar belakang terbentuknya dinasti ayyubiyah adalah:Ia berasal dari bangsa Kurdi .ia lahir di Tikrit tahun 532 H/1137 M,ia dikenal sebagai Seorang sultan yang adil toleran,pemurah,Zuhud,dan memiliki sifat qanaah Ayah nya gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke moshul,lalu ke Damaskus.
Salahudin Al Ayubi memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni , serta memerangi orang-orang kafir dalam perang suci
Nama : Fira Agustina Nur Rahma
BalasHapusKelas : 8a
Dinasti ayyubiyah Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci. Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
1. Salahuddin Yusuf (1174-1193)
2. Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
3. Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
4. Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
5. Al-Kamil I (1218-1238)
6. Al-Adil II (1238-1240)
7. Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
8. Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
9. Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
10. Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)
Tantangan setip Sultan memang berbeda-beda namun ada tiga tokoh Sultan yang menonjol pada Dinasti Ayyubiyah yaitu Salahuddin al-Ayyubi, al-Adil I, dan al-Kamil. Pada masanya banyak memberikan pengaruh besar terhadap perang salib serta perkembangan dan kemajuan peradaban islam pada bidang pendidikan dan arsitektur, ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, pertanian dan industri hingga bidang militer.
Penyebab dari keruntuhan Dinasti Ayyubiyyah adalah selain dari faktor internal juga karena faktor eksternal. Faktor internal dari keruntuhan Ayyubiyyah ini adalah adanya perselisiah dikalangan keluarga yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sedangkan faktor eksternal keruntuhan Ayyubiyyah adalah karena serangan bangsa Mongol dan Dinasti Mamluk.
Nama: Zahara nurfatin
BalasHapusKls :8b
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada 625 H, Federick II (Raja Jerman) mengiginkan kekuasaan atas Baitul Maqdis.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan.
Nama:Elsa Aprilia
BalasHapusKls:8B
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada 625 H, Federick II (Raja Jerman) mengiginkan kekuasaan atas Baitul Maqdis.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusRara tri anggraini 8b
BalasHapusLatar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Nama: Dian ayu ramadani
BalasHapusKelas: 8b
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci. Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirgham bersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan mengadakan konspirasi baru dengan Meric dalam upaya mengusir Asaduddin Syirkuh dari Mesir dengan janji yang sama. Usahanya pun berhasil mengusir Syirkuh. Tindakan Sawar inilah yang membawa kehancuran bagi Dinasti Fatimiyah.Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azarbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi.
Dinasti ini berkuasa selama 75 tahun, mempunyai sepuluh orang penguasa:
Salahuddin Yusuf Al ayyubi (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)
NAMA :ALAN YUDISTIO MASRI
BalasHapusKLS :8B
Pada akhir 1169 M, Salahuddin mendirikan sebuah kerajaan Islam bernama Ayyubiyah. Di era keemasannya, dinasti ini menguasai wilayah Mesir, Damaskus, Aleppo, Diyarbakr, serta Yaman.
Tak heran jika kota-kota Islam yang dikuasai Ayyubiyah menjadi pusat intelektual. Di puncak kejayaannya, beragam jenis sekolah dibangun di seluruh wilayah kekuasaan dinasti itu. Madrasahmadrasah itu dibangun tak hanya sekadar untuk membangkitkan dunia pendidikan, tetapi juga memopulerkan pengetahuan tentang mazhab Sunni.
Menurut Ibnu Jabir, di masa kepemimpinan Salahuddin, di Kota Damaskus berdiri sebanyak 20 sekolah.Bangunan madrasah juga didirikan di berbagai kota, seperti Aleppo, Yerusalem, Kairo, Alexandria, dan di berbagai kota lainnya di Hijaz.sejarawan Ibnu Shaddad menemukan 40 madrasah Syafi’i, 34 Hanafi, 10 Hanbali, dan tiga Maliki.
Salah satu madrasah yang dibangun pada era Dinasti Ayyubiyah adalah Madrasah Adiliyyah di Suriah. Madrasah ini terletak di Bab Al-Bareed, sebelah kanan sekolah Al-Zahiriyah di Damaskus, Suriah. Madrasah Adiliyyah berada di kawasan Pasar Hamidiyyah.Pembangunan Madrasah Adiliyyah diselesaikan oleh putra Sultan al-Adil bernama al-Mu’azzam.
Nama: Rafif Septian Faiz
BalasHapusKls:8b
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Sebelum wafat, Salahuddin memberikan berbagai bagian dari Dinasti Ayyubiyah kepada berbagai anggota keluarganya. Anaknya yang tertua, al-Malik al-Afdal, menguasai Damaskus dan Syam Selatan. Anaknya yang lain, al-Aziz, menguasai Mesir, dan al-Zahir menguasai Aleppo. Saudara Salahuddin, al-Adil, menguasai Irak dan Diyarbakr. Sementara itu keluarganya yang lain menguasai Hama, Balbek dan Yaman
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada masa awal kekuasaan al-Kamil, serangan Salib kelima dilancarkan guna memenuhi seruan Paus Innocent III. Serangan diarahkan ke Mesir. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, pasukan Salib bisa menguasai Dimyath dengan mengandalkan jumlah, pasukan Salib terus bergerak dan berniat menyerang Kairo pada 619 H. Karena kesalahan mereka dalam mengambil rute, kapal-kapal perang pasukan Islam mengambil posisi di sungai Nil untuk menutup jalan mereka. Alhasil, pasukan Salib terkepung dan terpaksa mengajukan tawaran damai. Al-Kamil bersedia menerima, tapi dengan syarat mereka harus memberikan jaminan bahwa Dimyath kembali ke tangan umat Islam. Akhirnya kota Dimyath dapat direbut kembali.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan
NAMA:Bilal musyaffa farros
BalasHapusKELAS:8B
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Tantangan yang dihadapi Dinasti Ayyubiyah
Pada Sultan yang pertama sekaligus pendiri dinasti, tantangan yang dihadapi Salahuddin pasca menjadi Sultan adalah memusatkan perhatiannya untuk menyerang Yerusalem, yang mana ribuan rakyat muslim dibantai oleh pasukan Salib-Kristen. Setelah mendekati kota ini, Salahuddin segera menyampaikan perintah agar seluruh pasukan Salib di Yerussalem menyerah. Perintah Salahuddin sama sekali tidak dihiraukan, sehingga Salahuddin berjanji untuk membalas dendam atas pembantaian ribuan warga muslim. Setelah terjadi beberapa kali pengepungan, pasukan salib kehilangan semangat tempurnya dan memohon damai dengan Salahuddin. Karena kemurahan hati sang sultan permintaan damai pun diterima. Akhirnya Yerussalem dapat direbut kembali dan warga muslim dan non muslim hidup berdampingan dengan damai
berbagai bagian dari Dinasti Ayyubiyah kepada berbagai anggota keluarganya. Anaknya yang tertua, al-Malik al-Afdal, menguasai Damaskus dan Syam Selatan. Anaknya yang lain, al-Aziz, menguasai Mesir, dan al-Zahir menguasai Aleppo. Saudara Salahuddin, al-Adil, menguasai Irak dan Diyarbakr. Sementara itu keluarganya yang lain menguasai Hama, Balbek dan Yaman.[11]
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada masa awal kekuasaan al-Kamil, serangan Salib kelima dilancarkan guna memenuhi seruan Paus Innocent III. Serangan diarahkan ke Mesir. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, pasukan Salib bisa menguasai Dimyath dengan mengandalkan jumlah, pasukan Salib terus bergerak dan berniat menyerang Kairo pada 619 H. Karena kesalahan mereka dalam mengambil rute, kapal-kapal perang pasukan Islam mengambil posisi di sungai Nil untuk menutup jalan mereka. Alhasil, pasukan Salib terkepung dan terpaksa mengajukan tawaran damai. Al-Kamil bersedia menerima, tapi dengan syarat mereka harus memberikan jaminan bahwa Dimyath kembali ke tangan umat Islam. Akhirnya kota Dimyath dapat direbut kembali.
mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan.
Nama : Dina Adelia
BalasHapusKls : VIIIá´® (8B)
Dinasti Ayyubiyah adalah dinasti berlatarbelakang Sunni yg berkuasa di Mesir, Suriah, Sebagian Yaman, Irak, Mekah, Hijaz dan Diyabakir. Didirikan oleh Salahuddin Al Ayyubi.
Dinasti ini menguasai bagian timur tengah selama abad ke 12-13. Sebagian besar kerajaan Yerusalem direbut Salahuddin setelah kemenangan dalam pertempuran Hattin pada 1187 M.
Selama kekuasaan yg relatif singkat, Ayyubiyah menciptakan kemakmuran di wilayah mereka dan fasilitas serta sokongan yang diberikan ayyubiyah berujung pada kebangkitan kegiatan keilmuan di dunia islam. periode ini juga ditandai oleh penguasa ayyubiyah dalam secara keras menguatkan dominasi muslim Sunni di kawasan tersebut dengan membangun banyak sekali madrasah di kota-kota besar mereka.
Adapun para penguasa dinasti Ayyubiyah adalah:
1. Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi ( 1171-1193 M )
2. Malik Al-Aziz Imaduddin ( 1193-1198 M )
3. Malik Al-Mansur Nasiruddin ( 1198-1200 M )
4. Malik Al -Adil Saifuddin, pemerintahan I ( 1200-1218 M )
5. Malik Al -Kamil Muhammad ( 1218-1238 M )
6. Malil Al -Adil Saifuddin, pemerintahan II ( 1238-1240 M )
7. Malik As-Saleh Najmuddin ( 1240-1249 M )
8. Malik Al-Mu’azzam Turansyah ( 1249-1250 M )
9. Malik Al-Asyraf Muzaffaruddin ( 1250-1252 M )
NAMA=AULIA KARTIKA SARI
BalasHapusKELAS=8B
Dinasti ayyubiyah adalah sebuah Daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan,berkuasai ditimur tengah antara abad 12-13.Namun Daulah ini mungkin asing bagi umat Islam karena dinasti ayyubiyah sejak awal hingga akhir adalah dinasti penakluk dalam jihad.Pendiri sekaligus penguasa pertama nya adalah Shalahuddin Al Ayyubi penguasa terakhir nya adalah turansyiah.Shalahuddin menunjukkan eksis tensinya sebagai sultan sekaligus penakluk.Kedudukan nya sebagai sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi.
Latar belakang berdirinya dinasti ayyubiyah berasal dari keturunan kurdi dari azer baizan ia melakukan migrasi ke Irak.Pendirinya adalah Shalahuddin Al Ayyubi ia lahir di Tikrit 532H/1137M dan meninggal 589H/1193M.Ia dikenal sebagai sultan yang adil dan memiliki sifat konaah.
Shalahuddin memiliki 2 ambisi besar dalam hidupnya,yaitu:
1.Menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan sunni,serta menangani orang orang franka dalam perang suci.
2.Ia menjadi Mentri untuk Khalifah al-adid yang menganut Syiah yang beraliran sunni
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada 625 H, Federick II (Raja Jerman) mengiginkan kekuasaan atas Baitul Maqdis.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih
Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf
(1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:aulia rahma dewi
BalasHapusKelas:8b
Dinasti Ayyubiyah adalah dinasti Muslim dengan asal-usul Kurdi, didirikan oleh Salahuddin dan berpusat di Mesir. Dinasti ini menguasai sebagian besar Timur Tengah selama abad ke-12 dan ke-13. Salahuddin adalah wazir Ftimiyah sebelum ia mengakhiri kekuasaan Fatimiyah pada 1171. Pada 1774, ia menyatakan diri sebagai Sultna menyusul kematian penguasa Ayyubiyah terdahulu, sultan Zengiyah, Nuruddin. Ayyubiyah menghabiskan dasawarsa berikutnya melancarkan penaklukan di seluruh kawasan tersebut dan pada 1183 M, wilayah kekuasaan mereka meliputi Mesir, Suriah, Mesopotamia utara, Hejaz, Yaman, dan pesisir Afrika hingga perbatasan Tunisia modern. Sebagian besar Kerajaan Yerusalem direbut Salahuddin setelah kemenangann dalam Pertempuran Hattin pada 1187, akan tetapi pasukan salib kembali merebut pantai Palestina pada 1190-an.
Setelah kematian Salahuddin, para putranya memperebutkan kendali atas kesultanan namun akhirnya saudaranya Al-Adil yang menjadi Sultan pada 1200. Pada 1230-an, para penguasa Ayyubiyah di Suriah berusaha memerdekaan diri dari kendali Mesir dan terus terpecah hingga Sultan As-salih Ayyub mempersatukan kembali Ayyubiyah dengan menaklukan sebagian besar Suriah, kecuali Aleppo, pada 1247. Pada saat itu, dinasti-nasti Muslim lokal telah mengusir para penguasa Ayyubiyah dari Yaman, Hejaz, dan sebagian Mesopotamia. Setelah kematiannya pada 1249, As-Salih Ayyub digantikan di Mesir oleh Al-Mu'azzam Turansyah, akan tetapi ia digulingkan oleh para jenderal Mamluk yang sebelumnya sukses memukul mundur invasi pasukan salib di Delta Nil. Peristiwa ini secara efektif mengakhiri kekuasaan Ayyubiyah di Mesir dan sejumlah upaya para penguasa Suriag, dipimpin oleh An-Nasi Yusuf dari Aleppo, untuk memulihkannya berakhir dengan kegagalan. Pada 1260, Mongol menghancurleburkan Aleppo dan setelahnya merebut sisa-sisa wilayah Ayyubiyah. Mamluk yang berhasil menghalau Mongol setelah penghancuran dinasti Ayyuibiyah, tetap mempertahankan kepangeranan Ayyubiyah di Hama hingga akhirnya menggulingkan pemimpin terakhirnya pada 1341.
Selama kekuasaan yang relatif singkat, Ayyubiyah menciptakan kemakmuran di wilayah mereka dan fasilitas serta sokongan yang diberikan Ayyubiyah berujung pada kebangkitan kegiatan keilmuan di dunia Islam. Periode ini juga ditandai oleh proses Ayyubiyah dalam secara keras menguatkan dominasi Muslim Sunni di kawasan tersebut dengan mmebangun banyak sekali madrasah di kota-kota besar mereka.
Eka Mutiara Sentia
BalasHapus8b
Daulah Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam secara umum, umat Islam lebih akrab dengan nama-nama kerajaan seperti Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, dan Daulah Utsmaniyah, bahkan nama daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri, Sultan Shalahuddin alal-Ayyubi.
Asal Penamaan dan Pertumbuhannya
Nama Ayyubiyah dinisbatkan kepada Najmuddin Ayyub bin Syadi, ayah dari Shalahuddin al-Ayyubi, seorang Kurdi yang berasal dari Kota Dvin, di Utara Armenia. Najmuddin Ayyub berasal dari suku Rawadiya yang merupakan warga mayoritas Kota Dvin. Sebagian orang-orang Bani Ayyub menyatakan bahwa mereka bukanlah orang Kurdi. Mereka mengklaim sebagai orang Arab keturunan dari Bani Umayyah yang tinggal di Utara Armenia. Shalahuddin al-Ayyubi sendiri membantah pendapat ini, dan menyatakan bahwa ia adalah orang asli Kurdi bukan dari bangsa Arab.
Keadaan Kota Dvin yang semula nyaman bagi keluarga Syadi berubah menjadi kota yang tidak bersahabat setelah ditaklukkan oleh Turki. Hal ini memaksa Syadi membawa kedua putra; Najmuddin Ayyub dan Asaduddin Syirkuh pindah menuju Tikrit, Irak.
Sesampainya di Tikrit, ia disambut oleh temannya, Mujahid al-Din Bihruz, yang merupakan panglima militer Dinasti Saljuk untuk wilayah Utara Mesopotamia. Kemudian Bihruz mengangkat Syadi menjadi amir di wilayah Tikrit. Setelah Syadi wafat, putra tertuanya Ayyub menggantikan jabatannya dan sang adik Syirkuh menjadi wakilnya. Mereka berdua berhasil memimpin Tikrit dengan baik dan manarik simpati masyarakat.
Kepemimpinan mereka di Tikrit berjalan dengan baik dan tidak memiliki konflik dengan pihak luar sampai terjadi insinden terbunuhnya salah seorang pejabat Abbasiyah oleh Syirkuh. Menurut Syirkuh hal itu terjadi karena perwakilan Abbasiyah itu hendak mengganggu seorang wanita dan ia berusaha menolong wanita tersebut. Pihak Abbasiyah pun mengambil sikap dengan menjadikan Ayyub dan Syirkuh sebagai buronan. Akhirnya kedua bersaudara ini pindah dari Tikrit menuju wilayah kekuasaan Daulah Zankiyah. Di sana mereka mendapatkan perlindungan dari Nuruddin az-Zanki.

Peta Kekuasaan Dinasti Ayyubiyah di Masa Keemasannya
Pada masa selanjutnya, ketika Daulah Zankiyah tidak memiliki sosok pemimpin, mereka bergabung dan mengintegrasikan wilayah mereka di bawah kekuasaan Shalahuddin al-Ayyubi. Kemudian Mei 1175 Shalahuddiin ditetapkan sebagai penguasa Mesir, Maroko, Nubia, Arab Barat, Palestina, dan Suriah Tengah oleh Khalifah Abbasiyah.
Penaklukkan Jerusalem
Pada 3 Juli 1187 Shalahuddin dan pasukannya mengepung wilayah Tiberias, sementara Pasukan Salib sedang mengadakan persiapan untuk menyerang Daulah Ayyubiyah. Mendengar hal itu, Shalahuddin langsung bertolak menuju pusat pemerintahannya di Kafr Sabt –sebuah daerah di Utara Palestina-. Ia meninggalkan pasukannya di Tiberias, dan memerintahkan pasukannya yang lain untuk mencegat Pasukan Salib di wilayah Hattin. 4 Juli 1187, terjadilah peperangan besar antara Shalahuddin dan pasukannya dengan tentara Salib, perang yang terjadi di saat kaum muslimin berpuasa ini dikenal dengan Perang Hattin. Pada perang ini, sebanyak 20.000 tentara Salib berhasil ditundukkan, di antara mereka ada yang mati kehausan dan kepanasan. Sedangkan Raja Jerusalem yang memimpin Pasukan Salib di perang ini, Guy de Lusignan, berhasil ditawan. Shalahuddin adalah pria yang penuh adab dan keramahan, ia memperlakukan tawanannya yang terhormat ini dengan penuh adab, tidak seperti yang digambarkan oleh sebagian pihak. Adapun tawanan seperti Reginald dari Chaliton yang berhianat dengan merusak perdamaian dieksekusi sebagai bayaran dari perbuatannya. Demikian juga dengan seluruh ksatria gereja dan pasukan elit Kristen, semua dieksekusi di depan khalayak.
Nama: Inggar Wiyati Saputri
BalasHapusKls:8b
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah,ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada masa awal kekuasaan al-Kamil, serangan Salib kelima dilancarkan guna memenuhi seruan Paus Innocent III. Serangan diarahkan ke Mesir. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, pasukan Salib bisa menguasai Dimyath dengan mengandalkan jumlah, pasukan Salib terus bergerak dan berniat menyerang Kairo pada 619 H.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)[14]
Kemajuan Peradaban Pada Dinasti Ayyubiyah
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Ini ditandai dengan dibangunnya Madrasah al-Shauhiyyah tahun 1239 M sebagai pusat pengajaran empat madzhab hukum dalam sebuah lembaga madrasah.
Nama :putri anisa
BalasHapusKelas :8b
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirgham bersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan mengadakan konspirasi baru dengan Meric dalam upaya mengusir Asaduddin Syirkuh dari Mesir dengan janji yang sama. Usahanya pun berhasil mengusir Syirkuh
Nama :putri anisa
BalasHapusKelas :8b
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirgham bersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan mengadakan konspirasi baru dengan Meric dalam upaya mengusir Asaduddin Syirkuh dari Mesir dengan janji yang sama. Usahanya pun berhasil mengusir Syirkuh
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAshila Agnia
BalasHapus8B
Bani Ayyubiyah merupakan keturunan Ayyub suku Kurdi. Pendiri dinasti ini adalah Salahuddin Yusuf al-Ayyubi putra dari Najamuddin bin Ayyub. Pada masa Nuruddin Zanki (Gubernur Suriah dari bani Abbasiyah), Salahuddin diangkat sebagai kepala garnisum di Balbek.
Kehidupan Salahuddin Yusuf al-Ayyubi penuh dengan perjuangan dan peperangan. Semua itu dilakukan dalam rangka menunaikan tugas negara untuk memadamkan sebuah pemberontakan dan juga dalam menghadapi tentara salib.
Perang yang dilakukannya dalam rangka untuk mempertahankan dan membela agama. Selain itu Salahuddin Yusuf al-Ayyubi juga seorang yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap umat agama lain, hal ini terbukti:
a.Ketika beliau menguasai Iskandariyah ia tetap mengunjungi orang-orang kristen
b.Ketika perdamaian tercapai dengan tentara salib, ia mengijinkan orang-orang kristen berziarah ke Baitul Makdis.
Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi tidak hanya dikenal sebagai seorang panglima perang yang gagah berani dan ditakuti, akan tetapi lebih dari itu, beliau adalah seorang yang sangat memperhatikan kemajuan pendidikan. Salah satu karya monumental yang disumbangkannya selama beliau menjabat sebagai sultan adalah bangunan sebuah benteng pertahanan yang diberi nama Qal’atul Jabal yang dibangun di Kairo pada tahun 1183 M.
Selain itu beliau juga merupakan salah seorang Sultan dari dinasti Ayyubiyah yang memiliki kemampuan memimpin. Hal ini diketahui dari cara Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi dalam mengangkat para pembantunya (Wazir) yang terdiri dari orang-orang cerdas dan terdidik.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusZahra Maziluna Putri Aditia
BalasHapus8B
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirgham bersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan mengadakan konspirasi baru dengan Meric dalam upaya mengusir Asaduddin Syirkuh dari Mesir dengan janji yang sama. Usahanya pun berhasil mengusir Syirkuh. Tindakan Sawar inilah yang membawa kehancuran bagi Dinasti Fatimiyah.
Nama : Rafli Pasha Syaputra
BalasHapusKelas :8b
Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Salahuddin Yusuf Al Ayyubi.Penamaan Al Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama belakangnya Al Ayyubi,diambil dari nama kakeknya yang bernama Ayyub.Nama besar dinasti ini diperoleh sejak Salahuddin berhasil mendirikan kesultanan yang bermazhab Sunni,menggantikan kesultanan Fatimiyah yang bermazhab Syi'ah.
Pada tahun 1164 M, Salahuddin mengikuti perjalanan bersama pamannya ke Mesir. Lima tahun kemudian,tepatnya 1169 M, Salahuddin diangkat menjadi wazir (Gubernur) oleh penguasa Dinasti Fatimiyah dalam usia 32 thn.Sebagai perdana menteri, Salahuddin dianugerahi gelar Al Malik an Nasir(Penguasa yang bijaksana).
Setelah Al Adidas wafat, Salahuddin mulai menjalankan kekuasaan agamanya maupun politik secara penuh.Semenjak itu,Dinasti Ayyubiyah berkuasa hingga 75 tahun lamanya.
Nama: Afif fajri
BalasHapusKelas:8b
berbagai bagian dari Dinasti Ayyubiyah kepada berbagai anggota keluarganya. Anaknya yang tertua, al-Malik al-Afdal, menguasai Damaskus dan Syam Selatan. Anaknya yang lain, al-Aziz, menguasai Mesir, dan al-Zahir menguasai Aleppo. Saudara Salahuddin, al-Adil, menguasai Irak dan Diyarbakr. Sementara itu keluarganya yang lain menguasai Hama, Balbek dan Yaman.[11]
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur. Al-Adil segera datang ke Mesir mengalahkan dan melengserkan al-Manshur ibn al-Aziz yang masih berusia belia dari kursi kesultanan dan menggantikannya sebagai sultan. Pada tahun 615 H, Sultan al-Adil wafat dan digantikan oleh anaknya, Sultan al-Kamil. Pada masa awal kekuasaan al-Kamil, serangan Salib kelima dilancarkan guna memenuhi seruan Paus Innocent III. Serangan diarahkan ke Mesir. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, pasukan Salib bisa menguasai Dimyath dengan mengandalkan jumlah, pasukan Salib terus bergerak dan berniat menyerang Kairo pada 619 H. Karena kesalahan mereka dalam mengambil rute, kapal-kapal perang pasukan Islam mengambil posisi di sungai Nil untuk menutup jalan mereka. Alhasil, pasukan Salib terkepung dan terpaksa mengajukan tawaran damai. Al-Kamil bersedia menerima, tapi dengan syarat mereka harus memberikan jaminan bahwa Dimyath kembali ke tangan umat Islam. Akhirnya kota Dimyath dapat direbut kembali.[12]
Nama:Ibnu chaldun
BalasHapusKelas:8b
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Setelah Salahuddin wafat, kendali Dinasti Ayyubiyah dipegang al-Aziz Imaduddin. Tetapi al-Aziz berkonflik melawan saudaranya, al-Afdal, penguasa Damaskus. Jabatan al-Afdal lalu diberikan kapada al-Adil Syaifuddin Mahmud (saudara Salahuddin). Pada tahun 595 H, al-Aziz wafat, kemudian kekuasaan berpindah ke tangan putranya, al-Manshur.
Dinasti ini berkuasa selama 90 tahun, mempunyai sepuluh orang sultan:
Salahuddin Yusuf (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNabiila Shabrina
BalasHapus8b
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni
Nama : Auli rahmi
BalasHapusKelas: 8 B
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Nabiila Shabrina
BalasHapus8b
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni
Nabiila Shabrina
BalasHapus8b
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni
Nama:aura Fadilla
BalasHapusKelas:8b
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Ini ditandai dengan dibangunnya Madrasah al-Shauhiyyah tahun 1239 M sebagai pusat pengajaran empat madzhab hukum dalam sebuah lembaga madrasah. Selama pemerintahannya, masyarakat Hijaz juga bisa merasakan pendidikan di sekolah yang seperti madrasah gagasan Salahuddin. Di samping mendirikan sejumlah sekolah, Salahuddin juga membangun dua rumah sakit di Kairo. Sedangkan dalam bidang arsitektur dapat dilihat pada monumen bangsa Arab, bangunan masjid di Beirut yang mirip gereja, serta istana-istana yang dibangun menyerupai gereja.
Nama:aura Fadilla
BalasHapusKelas:8b
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Ini ditandai dengan dibangunnya Madrasah al-Shauhiyyah tahun 1239 M sebagai pusat pengajaran empat madzhab hukum dalam sebuah lembaga madrasah. Selama pemerintahannya, masyarakat Hijaz juga bisa merasakan pendidikan di sekolah yang seperti madrasah gagasan Salahuddin. Di samping mendirikan sejumlah sekolah, Salahuddin juga membangun dua rumah sakit di Kairo. Sedangkan dalam bidang arsitektur dapat dilihat pada monumen bangsa Arab, bangunan masjid di Beirut yang mirip gereja, serta istana-istana yang dibangun menyerupai gereja.
Nama:aura Fadilla
BalasHapusKelas:8b
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus.
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Bidang Pendidikan dan Arsitektur
Penguasa Ayyubiyyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Ini ditandai dengan dibangunnya Madrasah al-Shauhiyyah tahun 1239 M sebagai pusat pengajaran empat madzhab hukum dalam sebuah lembaga madrasah. Selama pemerintahannya, masyarakat Hijaz juga bisa merasakan pendidikan di sekolah yang seperti madrasah gagasan Salahuddin. Di samping mendirikan sejumlah sekolah, Salahuddin juga membangun dua rumah sakit di Kairo. Sedangkan dalam bidang arsitektur dapat dilihat pada monumen bangsa Arab, bangunan masjid di Beirut yang mirip gereja, serta istana-istana yang dibangun menyerupai gereja.
Dwi febriyanti
BalasHapus8b
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Nama: Wibitia Wicaksono
BalasHapusKelas:8A
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Penaklukkan Dinasti Fatimiyah
Periode pertama berawal dari konflik internal antara khalifah Fatimiyah yang terakhir, al-Adid, dengan menterinya Sawar yang berhasil menjatuhkan kekuasaan al-Adid. Tindakan ini membawa kebencian pihak lain yang juga mengincar kedudukan wazir. Dirghambersama pendukungnya berhasil menjatuhkan Sawar. Dirgham menjadi wazir dan Sawar melarikan diri ke Syiria (557 H/1163 M). Kepada Nuruddin Zangi, penguasa Saljuk di Syiria pada waktu itu, Sawar menawarkan kerjasama untuk merebut kedudukannya kembali. Ia berjanji jika usahanya berhasil, ia akan membayar upeti dan membagi hasil. Nuruddin memerintahkan panglima perangnya, Asaduddin Syirkuh untuk berangkat ke Mesir dan merebut kekuasaan Dirgham. Dengan bantuan ini Sawar berhasil menjadi wazir. Setelah kedudukannya aman, ia berusaha menghianati perjanjiannya dengan Nuruddin dan Nuruddin segera mengirim tentaranya ke Mesir di bawah pimpinan Syirkuh dan Salahuddin. Pada akhirnya, terjadilah pertempuran antara pihak Islam dan Salib untuk merebut Mesir. Pada 564 H/1169 M, Syirkuh dan pasukannya dapat mengalahkan tentara Salib sekaligus dapat menguasai Mesir dan diangkat sebagai wazir. Syirkuh memegang jabatan hanya selama dua bulan karena meninggal dunia dan jabatannya digantikanNuruddin segera mengirim tentaranya ke Mesir di bawah pimpinan Syirkuh dan Salahuddin. Pada akhirnya, terjadilah pertempuran antara pihak Islam dan Salib untuk merebut Mesir. Pada 564 H/1169 M, Syirkuh dan pasukannya dapat mengalahkan tentara Salib sekaligus dapat menguasai Mesir dan diangkat sebagai wazir. Syirkuh memegang jabatan hanya selama dua bulan karena meninggal dunia dan jabatannya digantikanDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13.Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.Dinasti ini berkuasa selama 75 tahun, mempunyai sepuluh orang penguasa:
Salahuddin Yusuf Al ayyubi (1174-1193)
Al-Aziz ibn Salahuddin (1193-1198)
Mansur ibn al-Aziz (1198-1199)
Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub (1199-1218)
Al-Kamil I (1218-1238)
Al-Adil II (1238-1240)
Malik al-Shalih Najmuddin (1240-1249)
Muazzam Tauransyah ibn Shalih (1249)
Syajarah al-Durr, istri Malik Saleh (1249)
Asyraf ibn Yusuf (1249-1250
NAMA:Dedi Desfallah Hadiyani
BalasHapusKELAS:
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.
ZAHRA NUR AZIZAH
BalasHapusVIIIB
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: ADELIA MEYCELA ROHAR
BalasHapusKelas: 8A
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Nama: AZZAHRA IZATUNNISA
BalasHapusKelas: 8A
Dinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Dinasti Ayyubiyah sejak awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk dalam jihad. Pendiri sekaligus penguasa pertamanya adalah Salahuddin al-Ayyubi dan penguasa Terakhirnya adalah Turansyah. Sultan dari kerajaan ini sangat berperan dalam upaya mematahkan gempuran musuh dalam perang Salib. Andai saja tidak ada Dinasti Ayyubiyah yang menghalau gempuran Kristen-Eropa, Islam pasti sudah tercerabut dari bumi Syam, Jazirah, Mesir dan Afrika Utara. Begitu juga dengan keluarga Zangki yang menjadi guru pertama dalam mengusir pasukan Salib.
Adanya kesempatan dan kemampun yang dimiliki oleh pemimpinnya, Salahuddin menunjukkan eksistensinya sebagai Sultan sekaligus penakhluk yang cakap hingga dapat mendirikan Dinastinya sendiri. Kedudukannya sebagai seorang Sultan menandai bertambahnya tantangan yang harus ia hadapi. Tidak hanya itu, problematika selepas meninggalnya Salahuddin menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Dari penjelasan di atas, termuat beberapa pembahasan yang terangkum dalam rumusan masalah di barah ini.
Nama : Nazwa Zahra Saskia
BalasHapusKelas: 8 B
dinasti ayyubiyahDinasti Ayyubiyah adalah sebuah daulah besar yang berbentuk dinasti atau kerajaan, berkuasa di Timur Tengah antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Namun daulah ini mungkin asing bagi umat Islam bahkan nama Daulah ini kalah tenar dibandingkan sultan mereka sendiri.
Latar Belakang berdirinya Dinasti Ayyubiyah
Ayyubiyah berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak. Pendiri pemerintahan ini adalah Salahuddin al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit 532 H/1137 M dan meninggal 589 H/1193 M, ia dikenal sebagai seorang sultan yang adil, toleran, pemurah, zuhud, dan memiliki sifat qana’ah. Ayahnya Najmuddin Ayyub adalah gubernur Tikrit yang kemudian pindah ke Moshul, lalu ke Damaskus. Setelah itu Najmuddin dan saudaranya Asaduddin Syirkuh menjadi panglima Nuruddin Mahmud atau dikenal dengan Nuruddin Zangi di Mesir. Setelah Asaduddin Syirkuh meninggal, ia digantikan oleh keponakannya yang yaitu Salahuddin al-Ayyubi. Dengan demikian, ia menjadi menteri untuk Khalifah al-Adid yang menganut Syiah dan dan wakil dari Nuruddin Mahmud yang beraliran Sunni.[1]
Salahuddin memiliki dua ambisi besar dalam hidupnya, yaitu menggantikan Islam Syiah di Mesir dengan Sunni, serta memerangi orang-orang Franka dalam perang suci.[2] Keberhasilannya dalam mendirikan dinastinya sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Zangkiyah yang telah mendidik Salahuddin sampai menjadi seorang tokoh pejuang panji Islam di timur tengah.
Nama: Yula Dwi Amanda
BalasHapusKls : VIII B
Dinasti ayubbiyah dari awal hingga akhir, adalah dinasti penakluk jihad. Dinasti ayubbiyah menghalau gempuran Kristen-eropa, Islam pasti sudah tercabut dari bumi Syam,jazirah,mesir dan Afrika Utara. latar belakang berdirinya dinasti ayubbiyah, berasal dari keturunan Kurdi dari Azerbaijan yang melakukan migrasi ke Irak.
Tantangan yang dihadapi dinasti ayubbiyah pada Sultan pertama sekaligus pendiri dinasti, tantangan yang dihadapi Salahuddin adalah memusatkan perhatian perhatiannya untuk menyerang Yerusalem. Jatuhnya Yerussalem dalam kekuasaan kaum muslimin, menimbulkan keprihatinan besar kalangan tokoh Kristen.