Pada musim panas hutan-hutan di indonesia banyak yang terbakar dan menciptakan kabut asap di sebagian besar wilayah indonesia. kabut asap tersebut selain terjadi di dalam negeri, juga merembet kenegara lain. seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darrussalam. dari segi kesehatan, kabut asap dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas ( ISPA ) Selain itu kabut asap juga mengganggu kelancaran transportasi udara. karna itu, kebakaran hutan perlu penanganan yang serius dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan.

Daerah indonesia yang masuk dalam zona rawan kebakaran hutan antara lain Provinsi Sumatra selatan, Jambi, Bengkulu Kalimatan Dan Riau. Kebakaran hutan hebat yang terjadi di Riau masuk ke area cagar biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu. Kebakaran yang terjadi sejak akhir Februari lalu memaksa Pemerintah Provinsi Riau menerapkan status tanggap darurat lebih dari satu bulan. Sebagian area hutan gambut di cagar biosfer Giam Siak Kecil terbakar setelah titik api muncul dari wilayah terbuka di sebelah utara dan selatan.
Yohanes Purwanto, Direktur Eksekutif Program The Indonesian Man and Biosphere, mengatakan penjagaan di wilayah cagar biosfer Giam Siak Kecil masih minim sehingga ada orang yang melakukan aktivitas ilegal, seperti perambahan dan pembakaran lahan. Ada juga w
ilayah terbuka (open access) bekas area hak pengelolaan hutan yang izinnya sudah habis.
Hampir selama tiga tahun area terbuka seluas 20 ribu hektare itu ibarat daerah "tak bertuan" karena pemerintah belum memberikan rekomendasi pengelolaan. "Titik api terbanyak justru ada di wilayah terbuka yang belum jelas siapa pengelolanya karena kawasan itu jadi titik masuk para perambah," kata Purwanto dalam jumpa pers di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, (LIPI), Kamis, 3 April 2014. Terdapat sedikitnya 777 titik api di sana. Luas lahan yang terbakar mencapai 10 ribu. Api juga mengancam permukiman warga.
Luas cagar biosfer Giam Siak Kecil mencapai 700 ribu hektare. Area itu ditetapkan sebagai cagar biosfer dalam sidang UNESCO--Badan PBB untuk pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan--pada 2009 di Jeju, Korea Selatan. Cagar biosfer tersebut terbagi dalam tiga zona, yaitu inti, pelindung, dan transisi. Zona inti luasnya sekitar 179 ribu hektare, area pelindung mencapai 223 hektare, dan wilayah transisi seluas 304 ribu hektare. "Kalau tidak dijadikan cagar biosfer, wilayah itu mungkin sekarang sudah lenyap," kata Purwanto, yang juga merupakan profesor etnobiologi di LIPI.
Kepala Subdirektorat Pemadaman Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Sumarno, mengatakan cagar biosfer sudah dinyatakan bebas dari kebakaran sejak 29 Maret 2014. Ada 109 perambah dan pembakar hutan yang ditangkap. Tim dari Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan api di wilayah seluas 2.942 hektare. "Titik api tersebar-sebar dan area pemadaman yang dilakukan tim lain, termasuk kepolisian, lebih luas lagi," kata Sumarno.

Daerah indonesia yang masuk dalam zona rawan kebakaran hutan antara lain Provinsi Sumatra selatan, Jambi, Bengkulu Kalimatan Dan Riau. Kebakaran hutan hebat yang terjadi di Riau masuk ke area cagar biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu. Kebakaran yang terjadi sejak akhir Februari lalu memaksa Pemerintah Provinsi Riau menerapkan status tanggap darurat lebih dari satu bulan. Sebagian area hutan gambut di cagar biosfer Giam Siak Kecil terbakar setelah titik api muncul dari wilayah terbuka di sebelah utara dan selatan.
Yohanes Purwanto, Direktur Eksekutif Program The Indonesian Man and Biosphere, mengatakan penjagaan di wilayah cagar biosfer Giam Siak Kecil masih minim sehingga ada orang yang melakukan aktivitas ilegal, seperti perambahan dan pembakaran lahan. Ada juga w
ilayah terbuka (open access) bekas area hak pengelolaan hutan yang izinnya sudah habis.
Hampir selama tiga tahun area terbuka seluas 20 ribu hektare itu ibarat daerah "tak bertuan" karena pemerintah belum memberikan rekomendasi pengelolaan. "Titik api terbanyak justru ada di wilayah terbuka yang belum jelas siapa pengelolanya karena kawasan itu jadi titik masuk para perambah," kata Purwanto dalam jumpa pers di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, (LIPI), Kamis, 3 April 2014. Terdapat sedikitnya 777 titik api di sana. Luas lahan yang terbakar mencapai 10 ribu. Api juga mengancam permukiman warga.
Luas cagar biosfer Giam Siak Kecil mencapai 700 ribu hektare. Area itu ditetapkan sebagai cagar biosfer dalam sidang UNESCO--Badan PBB untuk pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan--pada 2009 di Jeju, Korea Selatan. Cagar biosfer tersebut terbagi dalam tiga zona, yaitu inti, pelindung, dan transisi. Zona inti luasnya sekitar 179 ribu hektare, area pelindung mencapai 223 hektare, dan wilayah transisi seluas 304 ribu hektare. "Kalau tidak dijadikan cagar biosfer, wilayah itu mungkin sekarang sudah lenyap," kata Purwanto, yang juga merupakan profesor etnobiologi di LIPI.
Kepala Subdirektorat Pemadaman Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Sumarno, mengatakan cagar biosfer sudah dinyatakan bebas dari kebakaran sejak 29 Maret 2014. Ada 109 perambah dan pembakar hutan yang ditangkap. Tim dari Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan api di wilayah seluas 2.942 hektare. "Titik api tersebar-sebar dan area pemadaman yang dilakukan tim lain, termasuk kepolisian, lebih luas lagi," kata Sumarno.
RSS Feed
Twitter
01.01
bangsawannegara

Posted in
Kita harus menjaga hutan kita bahaya kalau hutan kebakaran terus setiap harinya pasti oksigen juga akan berkurang
BalasHapusMahmud Al Qorni Kelas lx D MTS AL HIKMAH
BalasHapushutan adalah sumber kehidupan bagi manusia,maka dari itu marilah kita merawat dan menjaga hutan kita,terutama dari kebakaran.
Ummi salamah kelas 9c mts al hikmah
BalasHapussebagai mahkuk bumi,hutan adalah paru-paru dunia,apabila hutan rusak,dan terbakar maka bumi akan hancur secara perlahan,dengan terbakarnya hutan dapat menyebabkan asap yg dapat mengganggu sistem pernafasan kita dan juga menimbulkan berbagai macam penyakit seperti ispa yg dapat menyebabkan kematian apabila ditangani secara lambat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskebakaran hutan harus ditangani dengan serius,karena semakin lama akan berdampak buruk. bukan hanya pemerintah yang menangani,masyarakat juga harus mencegahnya dengan tidak melakukan penebangan secara liar,pembakaran lahan untuk perkebunan,dan hal-hal yg menyebabkan kebakaran hutan
BalasHapussiti ayu rahmawati 9c
sangatlah penting bagi kita menjaga dan merawat hutan,jangan sampai kebakaran. karena menyebabkan penyakit ISP (infeksi saluran pernapasan) dan udara pun akan ikut tercemar
BalasHapusdinda vo 9c
Wulan suci noviani kls 9c
BalasHapuskita harus waspada terhadap kebakaran, maka dari itu kita harus berhati hati menjaga lingkungan kita supaya tidak terjadi kebakaran...
Muhammad Daffa Al Faraby IX(sembilan) D
BalasHapusHutan adalah sumber oksigen tempat hewan tumbuh dan berkembang biak, bila hutan hutan di Indonesia terbakar, maka hewan hewan langka yang ada di Indonesia akan punah di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mereka akan kehilangan habitat aslinya selain itu, jika banyak hutan yang terbakar maka secara perlahan bumi akan terjadi global warming. Maka dari itu kita sebagai warga negara harus ikut melestarikan hutan yang ada di Indonesia. Pemerintah saya memohon untuk memberi sanksi tegas kepada orang/oknum yang telah merusak dan membakar hutan. Karna telah merusak ekosistem hewan yang ada dihutan sekaligus telah merugikan banyak pihak.
terima kasih
Kelas 9D
BalasHapusSebenarnya Kita Harus Memberikan Sanksi Tegas pada Oknum-Oknum yg Tidak bertanggung Jawab pada kebakaran yg tidak melihat bagaimana akibat dari pembakaran yg mereka lakukan.
Muhammad khadafi Kelas lx D
BalasHapussalah satu cara agar hutan tidak terbakar adalah dengan melakukan penghijauan hutan/reboisasi.
Ronaldo Aditia Kelas lx D.
BalasHapusAyo'' HIJAUKAN HUTAN KITA !!!
Maryamah Kelas IX D
BalasHapusSalah satu cara mencegah kebakaran hutan adalah ''Memperingatkan warga sekitar hutan,untuk tidak membakar rumput/apapun di dekat hutan''.
agung tri saputra IX D
BalasHapusayo melestarikan hutan jangan kita merusak hutan apalagi mebakar hutan
Fajar Ricky Akbar IX C
BalasHapusJagalah Hutan kita selama kita masih hidup,kalau bukan kita siapa lagi
Aldi muhamad alfitrah kelas IX D
BalasHapussebenarnya kita harus mencega kebakaran hutan karena kabakaran hutan dapan menyebabkan kabut asap dan mencemari lingkungan,hutan juga tempat tinggal bagi hewan,cara mencegahnya adalah dengan melalui penghijauan dan melidungi hutan kita dari kebaran ayo melestarikan hutan kita
Pemberitauan untuk seluruh siswa-siswi MTs Al-Hikmah Yang belum menyelesaikan tugas bab VII Agar segera. Batas ahir Tanggal 08 Desember 2015
BalasHapusMuhammad fikri al-farabie kelas IX C
BalasHapusPerlu adanya kesadaran dari masing masing individu untuk menjaga dan melestarikan hutan supaya tidak terjadi musibah atau bencana yang tidak di inginkan.
nur ahmad rizki kls 9b
BalasHapusmari kita menjaga hutan kita terutama dari kebakaran, supaya kita bisa menghirup udara dengan segar dan sehat.
Muhammad Hafizh Pranata Kelas IX D
BalasHapusHutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.
Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.
Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman
Maka Dari Itu Marilah Kita Menjaga,Melestarikan&Merawat Hutan Kita Terutama Dari Kebararan
Makanya pak agus jangan suka merokok
BalasHapus