Selasa, 17 November 2015

Pada musim panas hutan-hutan di indonesia banyak yang terbakar dan menciptakan kabut asap di sebagian besar wilayah indonesia. kabut asap tersebut selain terjadi di dalam negeri, juga merembet kenegara lain. seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darrussalam. dari segi kesehatan, kabut asap dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas ( ISPA ) Selain itu kabut asap juga mengganggu kelancaran transportasi udara. karna itu, kebakaran hutan perlu penanganan yang serius dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat agar berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan.




















Daerah indonesia yang masuk dalam zona rawan kebakaran hutan antara lain Provinsi Sumatra selatan, Jambi, Bengkulu Kalimatan Dan Riau. Kebakaran hutan hebat yang terjadi di Riau masuk ke area cagar biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu. Kebakaran yang terjadi sejak akhir Februari lalu memaksa Pemerintah Provinsi Riau menerapkan status tanggap darurat lebih dari satu bulan. Sebagian area hutan gambut di cagar biosfer Giam Siak Kecil terbakar setelah titik api muncul dari wilayah terbuka di sebelah utara dan selatan.

Yohanes Purwanto, Direktur Eksekutif Program The Indonesian Man and Biosphere, mengatakan penjagaan di wilayah cagar biosfer Giam Siak Kecil masih minim sehingga ada orang yang melakukan aktivitas ilegal, seperti perambahan dan pembakaran lahan. Ada juga w
ilayah terbuka (open access) bekas area hak pengelolaan hutan yang izinnya sudah habis.

Hampir selama tiga tahun area terbuka seluas 20 ribu hektare itu ibarat daerah "tak bertuan" karena pemerintah belum memberikan rekomendasi pengelolaan. "Titik api terbanyak justru ada di wilayah terbuka yang belum jelas siapa pengelolanya karena kawasan itu jadi titik masuk para perambah," kata Purwanto dalam jumpa pers di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, (LIPI), Kamis, 3 April 2014. Terdapat sedikitnya 777 titik api di sana. Luas lahan yang terbakar mencapai 10 ribuApi juga mengancam permukiman warga.

Luas cagar biosfer Giam Siak Kecil mencapai 700 ribu hektare. Area itu ditetapkan sebagai cagar biosfer dalam sidang UNESCO--Badan PBB untuk pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan--pada 2009 di Jeju, Korea Selatan. Cagar biosfer tersebut terbagi dalam tiga zona, yaitu inti, pelindung, dan transisi. Zona inti luasnya sekitar 179 ribu hektare, area pelindung mencapai 223 hektare, dan wilayah transisi seluas 304 ribu hektare. "Kalau tidak dijadikan cagar biosfer, wilayah itu mungkin sekarang sudah lenyap," kata Purwanto, yang juga merupakan profesor etnobiologi di LIPI.

Kepala Subdirektorat Pemadaman Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Sumarno, mengatakan cagar biosfer sudah dinyatakan bebas dari kebakaran sejak 29 Maret 2014. Ada 109 perambah dan pembakar hutan yang ditangkap. Tim dari Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan api di wilayah seluas 2.942 hektare. "Titik api tersebar-sebar dan area pemadaman yang dilakukan tim lain, termasuk kepolisian, lebih luas lagi," kata Sumarno.












Minggu, 04 Oktober 2015


Bandar Lampung : Dalam rangka melaksanakan tugas pokok Gerakan Pramuka, sangat diperlukan peranan anggota dewasa yang memiliki kemampuan menyelenggarakan kepramukaan bagi peserta didik. Untuk itu, Gerakan Pramuka telah mengeluarkan kebijakan dalam memenuhi kebutuhan orang dewasa tersebut yang dirumuskan dalam Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Sumberdaya Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.


Proses pengembangan SDM yang dilakukan melalui kepramukaan adalah usaha peningkatan dan pemantapan potensi – potensi baik berupa fisik maupun  kejiwaan yang ada dalam diri  anggota Gerakan Pramuka.  Usaha tersebut harus dilakukan secara teratur, terarah, terencana dan berkesinambungan melalui latihan.
Apabila proses pengembangan tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan Prinsip Dasar dan Metodik Kepramukaan hasilnya adalah tujuan Gerakan Pramuka sebagaimana yang kita sepakati dan tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dapat terwujud.
“ Kunci keberhasilan mewujudkan tujuan tersebut  adalah kualitas dan kompetensi pembina Pramuka,” kata Ka Kwarda Lampung Sjachrazad ZP saat membuka kegiatan Gelang Ajar 2015 di Komplek Kwarda Lampung, Minggu (04/10/2015).
Peningkatan kualitas Pembina Pramuka, sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik, yaitu terselenggaranya kegiatan peserta didik yang bermutu yang disajikan oleh pembina pramuka yang bermutu pula.  Oleh karena itu,  penyelenggaraan Gelang Ajar Tahun 2015 ini merupakan salah satu usaha yang sangat strategis untuk kembali memperbaharui/Upgrading kualitas Pembina Pramuka.
“ Saya sangat mengharapkan agar Gelang Ajar ini dapat terselenggara dengan baik, diikuti oleh peserta dengan penuh tanggungjawab serta kesadaran bahwa keberadaan dirinya sangat strategis bagi Gerakan Pramuka sebagai pemandu peserta didik dalam melaksanakan kepramukaan,” pungkas Acad.
Kegiatan Gelang Ajar ini diikuti oleh 90 Orang Pembina Pramuka yang berasal dari 15 Kwartir Cabang yang ada di Daerah Lampung. Hingga disampaikannya laporan Ketua Pelaksana, Kwartir Cabang yang belum hadir dari Kwarcab Lampung Barat.
Menurut kak Upi Suprihati, S.Pd. selaku Ketua Pelaksana bahwa kegiatan Gelang Ajar ini dimaksudkan sebagai ajang/wadah pertemuan bagi para Pembina Pramuka untuk saling tukar-menukar informasi, pengalaman, mempererat, serta menambah persaudaraan guna meningkatkan pengabdiannya di Gugusdepan. Untuk itu, diharapkan agar kualitas Pembina Pramuka dapat meningkat.
“Peningkatan kualitas Pembina Pramuka, sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu kegiatan peserta didik, yaitu terselenggaranya kegiatan peserta didik yang bermutu yang disajikan oleh pembina pramuka yang bermutu pula. Oleh karena itu, penyelenggaraan Gelang Ajar Tahun 2015 ini merupakan salah satu usaha yang sangat strategis untuk kembali memperbaharui/Upgrading kualitas Pembina Pramuka”. Demikian sambutan Ka. Kwarda Lampung yang dibacakan oleh Kak Hi. Abdullah RM  dalam Upacara Pembukaan Gelang Ajar Pembina Pramuka di Kwarda Lampung.
Ka. Kwarda Lampung juga mengharapkan agar Gelang Ajar ini dapat terselenggara dengan baik, diikuti oleh peserta dengan penuh tanggungjawab serta kesadaran bahwa keberadaan dirinya sangat strategis bagi Gerakan Pramuka sebagai pemandu peserta didik dalam melaksanakan kepramukaan.

By. http://www.lampungtoday.com/


Senin, 15 Juni 2015


 Kegiatan ahir tahun Pembelajaran di ahiri dengan agenda rutin dimana ke giatan ini seringkali disebut sebagai hasil evaluasi pembelajaran selama satu tahun yakni "Pembagian RAPORT"

Hari ini tanggal 16 juni 2015 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Bandar Lampung Melaksanakan Pembagian Raport Tahun Ajaran 2014-2015
dimana dalam kegiatan juga dilaksanakan pemberian penghargaan untuk siswa -siswi berprestasi, yakni Peringkat 1, 2, dan 3  

 mendapatkan Cindera mata dan Piagam penghargaan dari Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Bandar Lampung, dalam kesempatan ini Kepala MIN 11 Bandar Lampung Berpesan Kepada Anak - anak agar lebih giat dan semangat lagi dalam belajar guna menyongsong masa depan yang lebih baik, dan karena pembagian raport kali ini bertepatan dengan menyongsong bulan Ramadhan Kepala sekolah juga berpesan untuk anak-anak agar bersiap menghadapi bulan yang penuh ampunan dan magfiroh.



Selasa, 09 Juni 2015

Kegiatan Rutin Tahunan yang diselenggarakan Pramuka Racana Imba Kusuma Ratu Sinar Alam IAIN Raden Intan Lampung, yakni Perkemahan Songsong Ramadhan (PSR) berlangsung kembali di bumi perkemahan IAIN Raden Intan Lampung.
Yang bertempat di bumi perkemahan IAIN Raden Intan, sejumlah peserta yang berasal dari SMU/ MAN se Provinsi Lampung dan utusan pandega se-sumbagsel, beramai – ramai bekerjasama membangun tenda – tenda perkemahan, “ di sinilah semangat dari Pramuka di tunjukan, bersahabat dengan alam dan survive serta bekerja bersama dengan hati yang gembira namun penuh disiplin “ ujar Wakil Rektor Bidang III saat meninjau hari pertama kegiatan perkemahan tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari (07 s/d 11 juni) ini  akan di padati oleh materi – materi dari Kakak – Kakak Pembina maupun Dosen, dari materi wawasan kebangsaan hingga materi keIslaman serta pengenalan dan kecintaan terhadap budaya Lampung,

Agenda kegiatan PSR Ke-XXVII Se-Sumbagsel.....

music